Kurikulum

Kurikulum SMA Negeri 1 Tasikmalaya dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di SMA Negeri 1 Tasikmalaya di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya dan Provinsi Jawa Barat.

Pengembangan Kurikulum 2013/Kurikulum Nasional untuk Standar Isi dan Kompetensi Lulusan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013, dan Standar Proses Pembelajaran mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 tahun 2013, dimana pendekatan pembelaran dengan menggunakan pendekatan saintifik atau ilmiah yang mencakup 5 M. Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

1.   Kurikulum satuan pendidikan atau jenjang pendidikan bukan merupakan daftar mata pelajaran. Atas dasar prinsip tersebut maka kurikulum sebagai rencana adalah rancangan untuk konten pendidikan yang harus dimiliki oleh seluruh peserta didik setelah menyelesaikan pendidikannya di satu satuan atau jenjang pendidikan tertentu. Kurikulum sebagai proses adalah totalitas pengalaman belajar peserta didik di satu satuan atau jenjang pendidikan untuk menguasai konten pendidikan yang dirancang dalam rencana. Hasil belajar adalah perilaku peserta didik secara keseluruhan dalam menerapkan perolehannya di masyarakat.

2.   Standar kompetensi lulusan ditetapkan untuk satu satuan pendidikan, jenjang pendidikan dan program pendidikan. Sesuai dengan kebijakan Pemerintah mengenai Wajib Belajar 12 Tahun maka Standar Kompetensi Lulusan yang menjadi dasar pengembangan kurikulum adalah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik setelah mengikuti proses pendidikan selama 12 tahun. Selain itu sesuai dengan fungsi dan tujuan jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah serta fungsi dan tujuan dari masing-masing satuan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan maka pengembangan kurikulum didasarkan pula atas Standar Kompetensi Lulusan pendidikan dasar dan pendidikan menengah serta Standar Kompetensi satuan pendidikan.

3.   Model kurikulum berbasis kompetensi ditandai oleh pengembangan kompetensi berupa sikap, pengetahuan, keterampilan berpikir dan keterampilan psikomotorik yang dikemas dalam berbagai mata pelajaran. Kompetensi yang termasuk pengetahuan dikemas secara khusus dalam satu mata pelajaran. Kompetensi yang termasuk sikap dan keterampilan dikemas dalam setiap mata pelajaran dan bersifat lintas mata pelajaran dan diorganisasikan dengan memperhatikan prinsip penguatan (organisasi horizontal) dan keberlanjutan (organisasi vertikal) sehingga memenuhi prinsip akumulasi dalam pembelajaran.

4.   Kurikulum didasarkan pada prinsip bahwa setiap sikap, keterampilan dan pengetahuan yang dirumuskan dalam kurikulum berbentuk Kemampuan Dasar dapat dipelajari dan dikuasai setiap peserta didik (mastery learning)sesuai dengan kaedah kurikulum berbasis kompetensi.

5.   Kurikulum dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan perbedaan dalam kemampuan dan minat. Atas dasar prinsip perbedaan kemampuan individual peserta didik, kurikulum memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memiliki tingkat penguasaan di atas standar yang telah ditentukan (dalam sikap, keterampilan dan pengetahuan). Oleh karena itu beragam program dan pengalaman belajar disediakan sesuai dengan minat dan kemampuan awal peserta didik.

6.   Kurikulum berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik serta lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik berada pada posisi sentral dan aktif dalam belajar.

7.   Kurikulum harus tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, teknologi dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, budaya, teknologi, dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu konten kurikulum harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, teknologi dan seni; membangun rasa ingin tahu dan kemampuan bagi peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat hasil-hasil ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

8.   Kurikulum harus relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pendidikan tidak boleh memisahkan peserta didik dari lingkungannya dan pengembangan kurikulum didasarkan kepada prinsip relevansi pendidikan dengan kebutuhan dan lingkungan hidup. Artinya, kurikulum memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari permasalahan di lingkungan masyarakatnya sebagai konten kurikulum dan kesempatan untuk mengaplikasikan yang dipelajari di kelas dalam kehidupan di masyarakat.

9.   Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Pemberdayaan peserta didik untuk belajar sepanjang hayat dirumuskan dalam sikap, keterampilan, dan pengetahuan dasar yang dapat digunakan untuk mengembangkan budaya belajar.

10. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dikembangkan melalui penentuan struktur kurikulum, Standar Kemampuan/SK dan Kemampuan Dasar/KD serta silabus. Kepentingan daerah dikembangkan untuk membangun manusia yang tidak tercabut dari akar budayanya dan mampu berkontribusi langsung kepada masyarakat di sekitarnya. Kedua kepentingan ini aling mengisi dan memberdayakan keragaman dan kebersatuan yang dinyatakan dalam Bhinneka Tunggal Ika untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

11. Penilaian hasil belajar ditujukan untuk mengetahui dan memperbaiki pencapaian kompetensi. Instrumen penilaian hasil belajar adalah alat untuk mengetahui kekurangan yang dimiliki setiap peserta didik atau sekelompok peserta didik. Kekurangan tersebut harus segera diikuti dengan proses perbaikan terhadap kekurangan dalam aspek hasil belajar yang dimiliki seorang atau sekelompok peserta didik.

 

MUATAN KURIKULER

  1.  Muatan Nasional

1.   Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum SMA Negeri 1 Tasikmalaya TP. 2016/2017 memberlakukan Kurikulum 2013. Untuk TP. 2016/2017, Kurikulum 2013 diberlakukan di kelas X, XI, dan XII. Kurikulum 2013 yang diberlakukan di SMA Negeri 1 Tasikmalaya meliputi:

  • •     Sejumlah mata pelajaran
  • •     Beban Belajar
  • •     Kalender Pendidikan
  1.  Kompetensi Inti Mata Pelajaran

Kelompok Mata Pelajaran Wajib:

1)   Kelompok Mata Pelajaran Wajib merupakan bagian dari kurikulum pendidikan menengah yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bangsa, bahasa, sikap sebagai bangsa dan kemampuan penting untuk mengembangkan logika dan kehidupan pribadi peserta didik, masyarakat dan bangsa, pengenalan lingkungan fisik dan alam, kebugaran jasmani, serta seni budaya daerah dan nasional.
2)     Semua Pelajaran wajib bagi SMA memiliki konten kurikulum (kompetensi inti/KI dan Kompetensi Dasar/KD) dan kemasan konten serta label konten yang sama.
3)       Kelompok mata pelajaran wajib terdiri dari Kelompok A dan Kelompok B.
4)       Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek kognitif dan afektif.
5)       Kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor.

  1. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran

Kelompok Mata Pelajaran Pilihan:

1)       Kurukulum SMA dirancang untuk memberi kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat, peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan kelompok mata pelajaran peminatan, mata pelajaran pilihan lintas minat dan/atau mata pelajaran Pendalaman.
2)       Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan:

  • Untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan minatnya dalam kelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi.
  • Untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau keterampilan tertentu.

3)       Untuk SMA mata pelajaran pilihan bersifat akademik.
4)       Di SMA terdapat 3 (tiga) kelompok mata pelajaran peminatan yaitu:

  • Peminatan Matematika dan Sains
  • Peminatan Sosial
  • Peminatan Bahasa

5)       Mata Pelajaran lintas Minat yaitu mata pelajaran yang dapat diambil oleh peserta didik di luar kelompok mata pelajaran yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya.
6)       Mata pelajaran Pendalaman dimaksudkan untuk mempelajari salah satu mata pelajaran dalam kelompok Peminatan untuk persiapan ke perguruan tinggi.
7)       Mata Pelajaran Pilihan lintas Minat dan Mata Pelajaran Pendalaman bersifat opsional, dapat dipilih keduanya atau salah satu.
8)       Sejak masuk kelas X sudah harus memilih kelompok peminatan yang akan dimasukinya melalui seleksi PPDB tahun 2015 yang mempertimbangkan Nilai UN SMP/MTs dan/atau sederajat.
9)       Untuk mata pelajaran Pilihan lintas Minat dan/atau Pendalaman minat kelas X, jumlah jam pelajaran pilihan per minggu berdurasi 6 jam pelajaran yang dapat diambil dengan pilihan sebagai berikut:

  • Dua mata pelajaran di luar Kelompok Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam kelompok Peminatan lainnya.
  • Mata pelajaran Pendalaman Kelompok Peminatan yang dipilihnya.

10)   Untuk kelas XI dan XII peserta didik mengambil pilihan lintas minat dan/atau Pendalaman Minat dengan jumlah jam pilihan per minggu berdurasi 4 jam dengan opsi:

  • Satu mata pelajaran di luar Kelompok Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya dan/atau
  • Mata pelajaran Pendalaman Kelompok Peminatan yang dipilihnya.

 

STRUKTUR KURIKULUM

SMA NEGERI 1 TASIKMALAYA TP. 2016/2017

 MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJARPER MINGGU
X XI XII
Kelompok A (Wajib)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 4
4 Matematika 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 2 2 2
6 Bahasa Inggris 2 2 2
Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya (Seni Rupa kelas X & XII, Seni Musik kelas XI) 2 2 2
8 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 3
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2
10 Bahasa Sunda (Bahasa Daerah)(termasuk muatan lokal) 2 2 2
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per minggu 26 26 26
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Matematika dan Sains
I 1 Matematika 3 4 4
2 Biologi 3 4 4
3 Fisika 3 4 4
4 Kimia 3 4 4
Peminatan Sosial
II 1 Geografi 3 4 4
2 Sejarah 3 4 4
3 Sosialogi & Antropologi 3 4 4
4 Ekonomi 3 4 4
Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat
Untuk kelas X ada 2 mapel Pilihan Lintas Minat yang diambil dari Peminatan Matematika dan Sains atau Peminatan Sosial atau Bahasa Inggris atau Bahasa Jerman, sedangakan untuk kelas XI dan XII hanya 1 mapel Pilihan Lintas Minat yang dipilih/diambil dengan cara memilih 1 mapel di antara 2 mapel lintas minat di kelas X. Penentuan pilihan tetap disesuaikan dengan kesiapan tenaga guru dan ketersediaan ruang kelas belajar. 6 4 4
Jumlah jam pelajaran yang harus ditempuh per minggu 45 45 45

 

  Pengelola Akademik Kelas Cerdas Istimewa (CI)

  1. Struktur Kurikulum dan Beban Belajar

Secara umum struktur kurikulum dan beban belajar SKS mengacu pada Permendikbud Nomor 59 tahun 2014, terdiri dari mata pelajaran Kelompok A dan B (Umum) dan kelompok C Peminatan. Beban belajar di SMA Negeri 1 Tasikmalaya berjumlah 260 jam pelajaran (JP) ditambah dengan muatan lokal dan penambahan jam peminatan pada semester 1 dan 2, sehingga seluruhnya menjadi 272 jam pelajaran (JP) yang dapat ditempuh secara bervariasi. Dengan demikian SMA Negeri 1 Tasikmalaya menyusun struktur kurikulum dan beban belajar tiap semeseter secara bervariasi.

Pada pola pembelajaran SKS SMA Negei 1 Tasikmalaya menggunakan pola kontinu, dimana setiap mata pelajaran selalu muncul di tiap semester. Dalam hal ini pemilihan beban belajar berlaku ketika peserta didik memilih tambahan jam pelajaran (beban belajar) pada beberapa atau semua mata pelajaran sesuai dengan kemampuan dan pilihannya. Penambahan jam pelajaran berimplikasi pada tambahan unit pembelajaran (konten) dan kegiatan yang diperlukan. Dimana Struktur kurikulum disusun dalam 4 semester.

 Struktur Kurikulum dan Beban Belajar SKS

Pola Continue Empat Semester Program MIPA

NO MATA PELAJARAN SEMESTER/ BEBAN (JP) JML
1 2 3 4
KELOMPOK A (UMUM)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 6 6 3 3 18
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 3 3 3 12
3 Bahasa Indonesia 6 6 6 6 24
4 Martematika 6 6 6 6 24
5 Sejarah Indonesia 3 3 3 3 12
6 Bahasa Inggris 3 3 3 3 12
KELOMPOK B (UMUM)
7 Seni Budaya 3 3 3 3 12
8 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 3 3 6 6 18
9 Prakarya dan Kewirausahaan 3 3 3 3 12
10 Bahasa Sunda (Mulok) 3 3 3 3 12
KELOMPOK C (PEMINATAN)
11 Matematika 5(6) 5(6) 6 6 22
12 Fisika 5(6) 5(6) 6 6 22
13 Kimia 5(6) 5(6) 6 6 22
14 Biologi 5(6) 5(6) 6 6 22
15 Lintas Minat 1 5 5 6 6 22
16 Lintas Minat 2 3 3 6
JUMLAH BEBAN BELAJAR (JP) 67(72) 67(72) 69 69 272(282)

 

  1. Pengelolaan Pembelajaran

SKS diselenggarakan melalui pengorganisasian pembelajaran bervariasi dan pengelolaan waktu belajar yang fleksibel.Pengorganisasian pembelajaran bervariasi dilakukan melalui penyediaan unit-unit pembelajaran utuh setiap mata pelajaran yang dapat diikuti oleh peserta didik. Pembelajaran dengan SKS dikelola dalam bentuk pembelajaran yang berdiferensiasi bagi masing-masing kelompok peserta didik yang berbeda kecepatan belajarnya.

Langkah-langkah dalam pengelolaan pembelajaran, antara lain:

  1. Menetapkan KI-KD serial mata pelajaran bagi sistem sistem kontinu.
  2. Menyediakan pilihan peta pembelajaran atau roadmapp yang dapat dipilih oleh peserta didik.
  3. Menetapkan kelas atau rombongan belajar berdasarkan variasi kecepatan belajar dan/atau kesamaan pilihan roadmapp.
  4. Menetapkan guru mata pelajaran yang akan mengajar, pembimbing akademik, dan konselor/BK pada angkatan pertama penyelenggaraan SKS, tahun kedua, dan seterusnya.
  5. Menyiapkan perangkat pembelajaran dilengkapi bahan ajar yang disusun dalam satuan unit pembelajaran.
  6. Menyiapkan peraturan akademik yang mengatur mekanisme pemilihan beban belajar, mekanisme penilain, pelaksanaan semester pendek, serta pengaturan pembelajaran dan penilaian lainnya.

Kontrak Belajar

  1. Kontrak belajar atau kontrak kredit semester dilaksanakan pada setiap akhir dan/atau awal semester, dengan bimbingan Pembimbing Akademik.
  2. Setiap semester semua siswa mengambil beban belajar sesuai dengan struktur kurikulum (paket).

Pembimbing Akademik (PA) dan Konselor/BK         

Guru pembimbing akademik bertanggung jawab terhadap aspek akademik bagi peserta didik sejak semester pertama sampai dengan semester akhir dengan pertimbangan guru pembimbing akademik dapat diganti sesuai dengan kebutuhan.

Pembimbing Akademik (PA) dan Bimbingan Konseling (BK) merupakan tenaga pendidik yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan SKS. PA dan BK melayani konsultasi peserta didik dalam rangka mendorong optimalisasi potensi dan prestasi belajar di sekolah.

PA adalah guru yang diberi tugas untuk membimbing perkembangan prestasi akademik peserta didik sampai akhir masa studinya. PA membimbing peserta didik masing-masing satu kelas (berbasis kelas) dengan tugas sebagai berikut:

  1. Melaksanakan pemantauan dananalisis terhadap data potensi, kebutuhan, minat, dan prestasi yang diperoleh dari Konselor/BK, serta memberikan rekomendasi konstruktif selama mengikuti pendidikan di sekolah agar potensi akademik peserta didik berkembang secara maksimal.
  2. Membimbing siswa dalam pengisian kartu rencana studi (KRS), pembagian Rapor, dan/atau melaksanakan konsultasi akademik baik dengan siswa maupun orangtua siswa.
  3. Melakukan pendampingan dan pemantauan perkembangan belajar siswa asuhnya secara intensif sehingga siswa dapat menyelesaikan masa studinya sesuai atau lebih cepat dari identifikasi awal yang telah dilakukan.
  4. Mengelola hasil penilaian sikap spiritual dan sosial berdasarkan hasil penilaian dari semua guru mata pelajaran dan konselor (guru BK);
  5. Menyampaikan data lengkap siswa asuhnya kepada PA pengganti, jika karena suatu hal ada pergantian PA.
  6. Menjalin komunikasi dan kerjasama dengan orangtua, Konselor/BK, dan guru mata pelajaran.

Konselor/BK adalah pendidik profesional yang bertugas memberikan pelayanan bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan formal. Konselor/BK memberikan bimbingan dan konsultasi pada peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dan mandiri dalam mengambil keputusan dan pilihan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif, sejahtera, dan peduli kemaslahatan umum. Dalam pelaksanaan SKS, Konselor/BK membimbing siswa dengan jumlah minimal 150 orang selama masa studi dengan tugas sebagai berikut:

  1. Memantau, menghimpun dan mendokumentasi data, serta melakukan analisis potensi, kebutuhan, minat, dan prestasi peserta didik;
  2. Memantau, mendeteksi, dan memberikan rekomendasi konstruktif agar peserta didik mampu mencapai tugas perkembangannya melalui kegiatan pengembangan diri di sekolah termasuk peserta didik yang membutuhkan layanan khusus;
  3. Memberikan bimbingan siswa pada saat kegiatan layanan dan konsultasi kelompok sesuai jadwal layanan, serta layanan individu sesuai dengan kebutuhan peserta didik;
  4. Melakukan pendampingan secara intensif sehingga siswa dapat menyelesaikan masa studinya sesuai atau lebih cepat dari identifikasi awal yang telah dilakukan.
  5. Melaporkan hasil penilaian kegiatan pengembangan diri tiap semester; dan
  6. Menjalin komunikasi dan kerjasama dengan orangtua, PA, dan guru mata pelajaran.

Penilaian Hasil Belajar  

Secara umum penilaian mengacu pada standar penilaian Kurikulum 2013, yaitu dilakukan dalam bentuk penilaian autentik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Penilaian dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Penilaian sikap dapat dilakukan melalui observasi, penilaian diri, penilaian antarteman dan jurnal. Penilaian pengetahuan dapat dilakukan melalui tes (tertulis dan/atau tes lisan), penugasan, dan pengamatan saat diskusi/presentasi. Sedangkan penilaian keterampilan dilakukan melalui pengamatan kinerja praktik, penilaian proyek, penilaian produk, menulis, dan penilaian portofolio.

Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang menyelenggarakan SKS dapat dilakukan pada setiap akhir semester.

Peserta didik dinyatakan lulus apabila:

  1. Menyelesaikan beban belajar minimal 272 JP mencakup 150 JP pada mata pelajaran kelompok A dan B (Umum) dan 122 JP pada mata pelajaran kelompok C (Peminatan), serta memperoleh IPK minimal 75 (tujuh puluh lima)
  2. Memperoleh nilai baik pada penilaian sikap; dan
  3. Lulus ujian sekolah (US).

Laporan hasil belajar mengacu pada Permendikbud Nomor 53 tahun 2015 dan dilengkapi dengan indeks prestasi (IP). IP merupakan gabungan hasil penilaian kompetensi KD dari KI-3 (Pengetahuan) dan KI-4 (Keterampilan) dari seluruh mata pelajaran yang diikuti tiap semester.

Indeks prestasi menggunakan skala 0-100 dengan rumus perhitungan adalah sebagai berikut:

IP = Indeks Prestasi

Ni = rata-rata nilai pengetahuan dan keterampilan tiap mata pelajaran

Bi = Beban belajar tiap mata pelajaran (SKS)

  1. Muatan Lokal

Adapun muatan lokal yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Tasikmalaya disesuaikan dengan kebutuhan saat ini yaitu Mata Pelajaran Bahasa Sunda.

 

  1. Bimbingan Konseling

Bimbingan konseling diselenggarakan melalui tatap muka dikelas sebagai muatan kurikulum pada tingkat satuan kurikulum.

Peminatan dan Lintas Minat

  1. Waktu Peminatan untuk Kelas X Kurikulum 2013:

1)      Penataan peminatan dilaksanakan pada saat seleksi PPDB 2015 melalui nilai SKHUN dan minat peserta didik.
2)      Jumlah Peserta Didik untuk setiap rombongan belajar minimal 20 orang dan maksimal 40 orang;
3)      Pelaksanaan lintas minat mulai di semester 1.
Berdasarkan hasil analisis pendidik, tenaga kependidikan, dan sarana-prasarana yang tersedia di SMA Negeri 1 Tasikmalaya, ditentukan peminatan yang dilaksanakan hanya Peminatan Matematika dan Ilmu Alam (MIPA), dan Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial (IPS) dengan jumlah masing-masing rombongan belajar yaitu 8 (delapan) rombel untuk MIPA dan 4rombel untuk IPS.

  1. Lintas minat ditetapkan 2 mata pelajaran untuk kelas X dan 1 mata pelajaran untuk kelas XI dan XII dari luar kelompok peminatan peserta didik (lihat struktur kurikulum) melalui pertimbangan SDM/tenaga pendidik yang ada dan minat peserta didik.

 

  1. Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.

Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan kepramukaan, kepemimpinan dan kelompok ilmiah remaja.

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran.

Tujuan pengembangan diri adalah untuk memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Di samping itu membantu memandirikan peserta didik untuk mengembangkan potensi, bakat, minat serta keunikan diri bagi kebahagiaan hidupnya.

Bentuk Pelaksanaan Pengembangan diri diantaranya melalui:

1.   Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan:

  1. Layanan dan kegiatan pendukung konseling
  2. Kegiatan ekstrakurikuler.

2.   Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dilaksanakan sebagai berikut:

  1. Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti: upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.
  2. Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
  3. Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.

Pengembangan diri yang difasilitasi di SMA Negeri 1 Tasikmalaya dibagi dalam dua aspek:

  1. Pembentukan karakter

Pembentukan karakter peserta didik dilaksanakan melalui beberapa kegiatan yang bersifat rutin, spontan dan terprogram serta kegiatan keteladanan, yaitu:

1)   Kegiatan Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan secara leguler, baik di kelas maupun di lingkungan sekolah. Bertujuan untuk membiasakan peserta didik mengerjakan sesuatu dengan baik seperti:

a)      Dalam upacara
b)      Sholat wajib di sekolah dilaksanakan secara berjamaah.
c)      Berdo’a sebelum dan sesudah belajar,
d)     Membaca Al Qur’an sebelum belajar.
e)      Pengunaan perpustakaan

2)   Kegiatan Spontan, yaitu kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja, dimana saja tanpa dibatasi oleh ruang. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga, terutama dalam disiplin, sopan santun dan kebiasaan baik lainnya, seperti:

a)      Membiasakan mengucapkan salam,
b)      Membiasakan menjaga kebersihan diri dan lingkungan,
c)      Membiasakan bersikap dermawan,
d)     Membiasakan antri,
e)      Berdiskusi dengan baik dan benar.

3)   Terprogram, adalah kegiatan yang terprogram dan direncanakan, baik pada tingkat kelas maupun sekolah. Bertujuan untuk memberikan wawasan tambahan kepada peserta didik yang berkenaan dengan unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting bagi perkembangan peserta didik, misalnya:

a)      Seminar/workshop tentang remaja, dan lain-lain,
b)      Kunjungan ke panti asuhan, tempat rehabilitasi,
c)      Proyek, seperti macam-macam perlombaan, pentas seni, bazar, dan lain-lain.

4)   Kegiatan Keteladanan, adalah kegiatan yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dan para guru dan pengelola pendidikan lainnya kepada siswa. Bertujuan untuk memberikan contoh tentang kebiasaan baik, misalnya:

a)      Membiasakan datang tepat waktu
b)      Membiasakan berpakaian rapih
c)      Membiasakan hidup sederhana
d)     Membiasakan tidak merokok

 

  1. Pengembangan Potensi dan Pengekspresian Diri

Pengembangan potensi dan pengekspresian diri berdasarkan kebutuhan bakat dan minat setiap peserta didik, sesuai dengan kondisi sekolah.

 

 

 

 

Pengembangan potensi diri melalui beberapa kegiatan diantaranya:

No Jenis Pengembangan Diri Cabang Peng. Diri
EKSTRAKURIKULER1. Olah Raga
  1. Bridge
  2. Pencak Silat
  3. Tenis Lapangan
  4. Bulu Tangkis
  5. Bola Basket, dll.
2. Sanggar Seni
  1. Seni Pameran
  2. Seni Musik
  3. Seni Vokal
  4. Seni Lukis
  5. Seni Karawitan, dll.
3. Klub Bahasa
  1. Bahasa Inggris
  2. Bahasa Jepang
  3. Bahasa Jerman
4. KIR/Taman Kajian Siswa (TAKSIS)/Sains Club
  1. Matematika
  2. Fisika
  3. Biologi
  4. Kimia
  5. TIK
  6. Astronomi/Kebumian
  7. Ekonomi, dll.
ORGANISASI
  1. Pramuka
  2. Paskibra
  3. PKS
  4. PMR
  5. Pecinta Alam
  6. Gema
  7. Majalah Dinding
  8. Koperasi Siswa